Sekolah Internasional Tanpa Buku,..??
Februari 3, 2010 Tinggalkan Komentar
BAYANGKAN bersekolah tanpa harus membawa buku, setiap anak hanya membawa laptop. Inilah yang diterapkan di Sekolah Internasional Harapan Palembang di Jl Soekarno-Hatta yang akan dibuka awal April mendatang bukanlah mimpi.
Sekolah yang dibangun di atas lahan 2,5 hektare ini lebih memadukan teknologi informasi digital paling mutakhir dengan dunia pendidikan. Laptop telah menjadi bagian yang tak terpisahkan di dunia pendidikan.
Laptop dan Internet di sini seperti pulpen, pensil, atau buku. Menurut Ketua Yayasan Widya Darma H Sofyan Sitepu SH, semua itu adalah alat pendukung proses belajar mengajar.
Belajar bisa dimana dan kapan saja, tidak selalu harus di kelas,” kata Sofyan, Jumat (28/1).
Iapun mengatakan, belajar dengan menggunakan laptop akan berinteraksi secara langsung sesuai yang mereka inginkan. Dengan laptop, i-phone, dan ipod, siswa dapat merekam gambar, membuat blog komik digital atau film yang berdurasi pendek.
Hasil karya mereka nantinya dapat ditampilkan di smart board alat tampilan layar komputer yang dapat disentuh yang ada di sekolah itu nanti.
Di sini, komputer bahkan mengambil peran lebih besar. Maklum, konsepnya satu laptop satu murid. Hasilnya, tak ada lagi kelas khusus pelajaran komputer di sekolah itu.
Komputer memang seharusnya bukan menjadi mata pelajaran yang terpisah, tetapi sebagai sesuatu yang menunjang kreativitas dan aktivitas dalam sekolah. Untuk mencegah siswa berselancar ke situs khusus dewasa atau bermain game online yang tidak produktif, sekolah memblokir akses ke situs-situs tersebut. Termasuk Facebook dan You Tube.
Ada yang tak kalah penting mengenai manfaat teknologi ini. Untuk guru dan murid dapat melakukan interaksi secara langsung sesering yang mereka inginkan tanpa perlu bertemu.
Bila siswa mendapat kesulitan ketika sedang menyelesaikan sebuah tugas, ia tak harus menghampiri gurunya. Semua kini cukup dengan melakukan chatting atau video call.
Begitu juga dengan tenaga pengajar, mereka didatangkan dari luar negeri. Seperti India, China, dan Philipina mereka semua berkomitmen secara profesi mereka masing-masing mendidik siswa
dengan maksimum. Lalu membimbing dan memenej program pengembangan siswa, berkompeten berkomonikasi bahasa internasional, memupuk rasa sosial sehingga mampu berinteraksi dengan baik.Terakhir berkompeten dalam moral sehingga mampu menjadi tauladan.
Adapun fasilitas yang diterima siswa pada awal masuk sekolah, seperti laptop, seragam 5 stell, baju koko putih untuk umat muslim satu jas, satu dasi, dan paket buku pelajaran semester 1 dan 2 (1 tahun) pertamanya.
Selain itu ada juga fasilitas gratis seperti makan siang sepuasnya, menyelesaikan seluruh PR di sekolah, bimbel, bahasa Mandarin, teknisi komputer, ceramah agama sebelum pulang, untuk hari Jumat olahraga pagi plus makan bubur ayam, shuttle bus, dan air minum gratis.
Biar orangtua tidak pusing memikirkan anaknya, mereka terima bersih saja, pulang langsung istirahat,” tambah Sofyan.
Biaya pendaftaran untuk PAUD, SD, SMP, SMA untuk biaya pendaftaran RP 250 ribu, sedangkan uang pembangunan Rp 12 juta, untuk SPP (per bulan) Rp 2 juta.
Pendaftaran dibuka 1 Februari hingga 30 Juni 2010, saat ini pembangunan gedung tersebut dalam tahap penyelesaian, 80 persen sudah dikerjakan, sisanya rampung Maret tahun ini. Tren menjadikan komputer sebagai alat belajar dan mengajar muncul mulai awal 2000-an.
Gejala ini meningkat empat tahun lalu hingga saat ini. Menurutnya, program khusus ini merupakan konsep pendidikan abad ke-21 yang sebelumnya telah sukses diterapkan di sekolah-sekolah di Beijing Cina.
Sumber : Sripo




Ulasan Sahabat