Bahaya Candu yang terkandung di Internet
Desember 26, 2009 2 Komentar
Dunia internet memang sangat lah memberikan pengaruh yang banyak dalam kehidupan kita, apapun profesi mereka ntah mahasiswa, karyawan dan para pekerja IT lainnya. Saya yang belakangan ini mulai aktif menulis di blog dan browsing internet yang tujuannya untuk menggali dan memperoleh informasi, terkadang merasakan hal yang aneh dengan pengaruh kesehatan dari penggunaan internet yang terlalu lama, mengapa saya rasa begitu, setiap hal dalam hidup ini tak sedikit yang memiliki sisi positif dan negatifnya, salah satunya perkembangan internet dan penggunaannya bagi kesehatan si pengguna/usernya. Saya mulai membrosing internet dan mencari tahu sisi negatif dari penggunaan internet yang berlebihan apakah dampaknya bagi kita, alhasil saya memperoleh artikel dari seputar indonesia. yang menjelaskan salah satu sisi negatif dari pengguna internet yang mengalami kecanduan internet sehingga dapat melukai diri si pengguna/user internet tersebut.
DULU, orangtua bakal melarang anaknya untuk berlama-lama bermain videogame. Selain mengakibatkan si anak menjadi penyendiri dan kurang bergaul, video game juga membuat mereka malas beraktivitas.
Alhasil, banyak orangtua yang mengaggap video game memiliki lebih banyak mudarat dari pada manfaat jika digunakan terlalu banyak. Namun, internet adalah hal yang sangat berbeda karena sifatnya bak dua mata pisau. Bisa menjadi sesuatu yang bermanfaat seperti mengerjakan tugas sekolah atau kampus, bisa juga menyebabkan mental rusak jika digunakan untuk mengakses pornografi dan hal negatif lainnya. Apa pun itu,survei yang dihelat pada 1.618 remaja berusia 13 hingga 18 tahun di Guangdong, China oleh China-Australia,mengungkap bahwa ketagihan remaja terhadap internet terus meningkat.
Ternyata hasilnya sangat buruk. Mereka yang memiliki tingkat adiksi tinggi, cenderung melakukan perbuatan untuk melukai diri sendiri; me-mukul, mencabut rambut, bahkan mencubit. Ketagihan internet digolongkan sebagai bagian dari gangguan mental atau kejiwaan sejak 1990- an.Menurut Dr Lawrence Lam dari University of Notre Dame Australia, para siswa yang teradiksi miliki risiko 2,4 kali lebih besar untuk menyakiti diri sendiri, satu hingga lima kali dalam enam bulan.
”Selama beberapa tahun terakhir, ketersedian internet di negara- negara Asia semakin meningkat. Buntutnya, ketagihan terhadap internet juga ikut meningkat di antara remaja,” ujar Dr Lawrence Lam.”Banyak studi yang mengungkap hubungan antara ketagihan internet, gejala psikologi, dan depresi,” imbuh dia. Bahkan, mereka juga yakin bahwa faktor ketagihan internet adalah variabel penting terhadap munculnya self-injury.Karena dampak dari adiksi itu membuat seseorang menjadi depresi, gugup, dan moody, ketika tidak online.
sumber : seputar indonesia (danang)




wadohhh… serem banget, jangan sampe menyakiti diri sendiri, tapi kalo ngomongin kecanduan, bingung juga udah mulai kecanduan belum ya, karena kalo sehari gak nge-net kayaknya ada yang aneh deh … hehehehehe… -___-
terima kasih, oh yach, link blog mb’ suzan aq tempel di blog ku ya, boleh ya…
salam kenal.